Bermain di Benteng Portugis Jepara
Benteng Portugis ini dibangun tidak lepas karena keinginan Kerajaan Mataram untuk mengalahkan VOC
(Belanda) yang akhirnya meminta bantuan kepada pihak ketiga yang
bermusuhan dengan Belanda yaitu Portugis. Sebelumnya diceritakan Pada
tahun 1916 Kota Sunda Kelapa / Jayakarta diduduki oleh VOC Belanda dan
merupakan awal pendudukan Imperialis Belanda atas Bumi Indonesia. Sultan
Agung yang saat itu merupakan Raja Kerajaan Mataram Islam merasa bahwa
keberhasilan Belanda menguasai Jayakarta akan mengancam kekuasaan
Mataram. Sehingga Sultan Agung berinisiatif untuk menyerang Belanda
dengan mempersiapkan armada perangnya untuk menyerang kota Jayakarta
yang diduduki oleh VOC Belanda.
Masa penyerangan Sultan Agung terhadap
VOC berlangsung selama 2 tahun berturut-turut, yaitu antara 1628 sampai
1629 tapi kekalahan diderita oleh pihak Mataram. Atas kekalahan tersebut
Sultan Agung berfikir bahwa kemenangan atas Belanda dapat diraih jika
serangan dilancarkan dari dua arah secara bersamaan yaitu dari darat dan
laut. Sedangkan pasukan Mataram hanya mahir dalam peperangan di darat. Untuk itulah Sultan Agung meminta bantuan kepada Bangsa Portugis yang saat itu adalah seteru dari VOC. Itulah sebabnya kenapa ada Benteng Portugis di kota Jepara.
Bangsa Portugis hanya sebentar
menempati benteng ini. Ada dua versi cerita yang membuat Portugis
meninggalkan benteng ini. Versi pertama, Banyaknya korban yang
berjatuhan serta menghilang secara misterius dari Bangsa Portugis
memaksa Portugis meninggalkan Benteng ini. Konon di sekitar Pulau
Mandalika tardapat pusaran air laut yang menurut cerita rakyat, pusaran
air itu adalah pintu gerbang Keraton Luweng Siluman
yang di rajai oleh siluman Buaya Putih. Siluman Buaya Putih pernah
bersumpah setelah dikalahkan oleh Ki Leseh bahwa, siapapun orang yang
berkulit putih seperti dengan warna kulitnya akan disedot dalam pusaran
air lauh hingga orang tersebut hilang entah kemana. Karena seringnya
kejadian misterius itu ditambah dengan cerita rakyat sekitar yang mulai
dipercaya oleh Bangsa Portugis membuat mereka meninggalkan benteng
tersebut. Meski itu hanya cerita rakyat atau mitos tapi setidaknya
itulah saat ini salah satu cerita yang dipercaya oleh masyarakat
sekitar.








Comments
Post a Comment