terjebak dalam narsisme berlebihan

(foto: dokumen pribadi)
suatu waktu. dua orang mahasiswa kebidanan bernama melati dan mawar. merasa suntuk setelah kuliah kemudian memutuskan untuk pergi ke perpus. nah, sebelum ke perpus, mereka membeli roti konde di jalan surya. pembicaraan keduanya pun menjurus ke buku apa yang akan dipinjam. dan rencana lain seperti mengambil uang di atm, kemudian bergegaslah mereka berdua menuju perpustakaan pusat yang terletak di belakang audit. nah, disitu, mereka pun memarkir motor yang dijaga oleh penjaga bapak2 yang sudah sangat tua. nah, kedua gadis itu pun pergi ke dalam, sambil berbincang bincang, mau dimakan dimanakah roti konde itu> setelah sampai di depan pintu masuk, mereka berdua memutuskan untuk segera membawa roti konde ke dalam. dengan takut2 tentunya, karena tau sendiri petugas perpus pusat seperti apa. sesampainya di depan komputer pencari bahan, mereka mengetik judul. tak lama sesudahnya, mereka berdua kemudian mengetik judul tersebut ke dalam layar hape karena mereka tidak membawa alat tulis maupun kertas. sesampainya di bagian pemeriksaan, tahukah saudara-daudara, salah satu mahasiswi tersebut yang kepedean memakai baju yang ada tutup kepalanya itu kemudian diperingatkan oleh mbak2 yang super sopan, mbak jaketnya dilepas. sontak mahasiswa tersebut kaget padahal tahu sendiri, itu bukan jaket hanya kemeja yang punya model berbeda. nah, akhirnya mahasiswi tersebut kemudian membuka sedikit bajunya agar mbaknya puas dengan fakta yang ia dapatkan.setelah itu, mahasiswa tersebut lalu berjalan menuju rak yang telah direncanakan. dan tahukah sodara2, seketika ada petugas perpus berupa bapak2 yang tiba2 bilang, "ada syuting dari metro tivi. mba, kamu ikutan ya, pilih2 buku gitu."

kelanjutannya masih rahasia...

Comments

Popular posts from this blog

Dikacangin Sama Penerbit Indie

Indonesia Darurat Kekerasan Anak

Mruput Jakarta 712