Puisi di majalah Bong-Ang edisi 5-2014




MEDITASI

Katamu kuncinya adalah melepaskan
Segala yang pernah aku sentuh. Lalu kecemasan datang tiba-tiba,
Seperti ombak yang beriringan menjelma samudera. Kulihat diriku putih,
Kulihat diriku abu-abu. Kulihat diriku kuning, kulihat diriku menjadi senja
Aku melihat bunga tulip, bunga yang tak pernah
Kulihat dalam kehidupan nyata. Apakah roh juga sama seperti itu?
Melihat hal-hal yang sebenarnya
Tak pernah ia lihat. Mendengar bisik gemerisik.
Padahal suara tak pernah bertahta sedemikian rupa
Setiap harinya
Adalah kemacetan, adalah dering telepon, adalah suara lonceng
Yang membawaku pada wajahmu. Wajah dengan senyum, yang kutemui
Di lereng Merapi pertama kali. Namun akhirnya, semua itu
Hilang, sebab aku menjadi ungu kembali
Sebab waktu tak mau berkompromi
Ada pasir, ada air mata.
Ada batu, ada sendu.
Ada kamu.
2014













SAJADAH

Oh, segala rupa,
Oh, segala resah.
Mengapa-mengapa-mengapa. Ada kata grosir di atas sajadah
Ada peci lusuh di atas sajadah. Ada warna pink, ada sebentuk kado
Oh, resah dimana kutaruh resah, dimana kutaruh singgah
Namamu, rupamu, jejakmu,
Melayang-layang di atas sajadah. Banyak sekali
Banyak sekali rupa merekah
Cerutu, o cerutu, mana gerutumu?
Qothrunnada, wahai pemilik jelita,
Sesekali ia mengajariku memulung senja
Yang kulipat lewat sorban
Lalu kulempar kembali ke perapian di sepertiga
Malam. Bintun, Sahar. Ada nama-nama terlupa. Ada
Selalu ada. Rupa-rupa tak bisa tercerna,
Tertutup kabut. Amboi, jiwa
Tak nampak lagi jiwa bersama telegram
Yang kukut usia
Najam senja. Wahai yang dimabuk asmara
Adakah arak terkuat yang menyembuhkan
Dedaunan rindu yang mengepung tubuhnya?
Hanya sujud dan sujud hingga menyatu kepala.
Kepala dan tanah. Ranah dan panah.

Manusia, amboi, amboi, amboi.
2014



Niken Kinanti, perempuan kelahiran Pati tahun 1990. Puisinya dimuat di Buletin Pawon (2008), Buletin Keris (2012). Buku antologi puisinya adalah buku puisi dual bahasa : “Poetry poetry from 226 Indonesian poets: Flows Into The Sink Into The Gutter”,“Dialog Taneyan Lanjang” (Majlis Sastra Madura, 2013), “Merawat Ingatan Rahim(Jejer Wadon & Komnas Perempuan, 2013), Negeri Sembilan Matahari (Penerbit SastraWelang Pustaka), “Dari Dam Sengon ke Jembatan Panengel(Dewan kesenian Kudus(DKK) bekerjasama dengan Penerbit Forum Sastra Surakarta, 2013),Tifa Nusantara (DKKT Tangerang, 2013).

Comments

Popular posts from this blog

Dikacangin Sama Penerbit Indie

Indonesia Darurat Kekerasan Anak

Mruput Jakarta 712