PUISI DI koran MEDIA INDONESIA 30 NOVEMBER 2014
November mari mengingat kembali pohon angsana. puisi ini saya
dedikasikan khusus untuk almamater UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
DAN SEGENAP CIVITAS AKADEMIKA yang mengenal dengan baik pohon angsana.
tahun 2008, awal mula saya menandai ketakjuban saya terhadap pohon
angsana di kampus hijau ini yang berguguran, ditambah adaptasi dengan
sebabrek tugas di lab anatomi, fisiologi
dan biomedik. mungkin, sekarang tumbuh tunas-tunas baru dari induk
angsana yang besar-besar. semoga menambah kehijauan kampus, dan menambah
keasrian bagi yang melihatnya.selamat mengingat angsana dan
kenangan-kenangan yang ditinggalkannya,..
Angsana
November menyimpan kenangan pada pohon-pohon
serbuk sari dan putik menyatu menjadi buah
perkawinan alam raya bersukacita berbunga
November menyimpan kenangan pada nama-nama
yang tertulis di ingatan
aksara yang tak terbaca adalah kamu,
selarik huruf yang menggariskan mendung sekaligus
matahari
aku tak paham sampai detik ini
November menyimpan rindu
mantel ibu dan harum kopi kusimpan selalu
pucuk Angsana membawa serta bingkai fotomu
membekas dalam darah pun nafasku
aku ingin pulang, rebah dalam pangkuan
November menyimpan kematian
mata terjaga menunggu giliran
menunggu khusyuk hingga datang antrian
rebahkan nafas pada hidup yang terlampaui
kulihat Engkau dekat sekali
lebih dekat dari leher nadi
2014
Angsana
November menyimpan kenangan pada pohon-pohon
serbuk sari dan putik menyatu menjadi buah
perkawinan alam raya bersukacita berbunga
November menyimpan kenangan pada nama-nama
yang tertulis di ingatan
aksara yang tak terbaca adalah kamu,
selarik huruf yang menggariskan mendung sekaligus
matahari
aku tak paham sampai detik ini
November menyimpan rindu
mantel ibu dan harum kopi kusimpan selalu
pucuk Angsana membawa serta bingkai fotomu
membekas dalam darah pun nafasku
aku ingin pulang, rebah dalam pangkuan
November menyimpan kematian
mata terjaga menunggu giliran
menunggu khusyuk hingga datang antrian
rebahkan nafas pada hidup yang terlampaui
kulihat Engkau dekat sekali
lebih dekat dari leher nadi
2014
Comments
Post a Comment