Wisata Puntang, No Pontang Panting
Hallo.. apa kabar Bandung selatan di waktu malam? Gunung Puntang, No Pontang-Panting. Gunung
Puntang yang merupakan bagian dari rangkaian pegunungan Malabar. Selain
itu di Gunung Puntang terdapat bumi perkemahan yang dikelola oleh pihak
Perhutani. Jarak
dari Bandung menuju Gunung Puntang kira-kira berjarak 30 Km. Jarak
tersebut bisa ditempuh dengan waktu dua jam perjalanan jika jalanan
lancar. Titik keberangkatan dari Kopo menuju Soreang, turun di pertigaan Soreang lalu naik angkot warna biru jurusan Banjaran, turun di banjaran, kemudian berangkat lagi menuju area CImaung. Turun di pertigaan Cimaung, sampai ada plang ini,
dari Cimaung terus naik angkot menuju Gamblok, sampai di depan pintu masuk jalan Wana Wisata Puntang.
kemacetan biasa terjadi karena lebar jalan tidak terlalu besar sementara arus lalu lintas padat dipenuhi bis kota dan angkutan umum.
Selain wisata alam, ada wisata budaya peninggalan bangsa Belanda, tepatnya sebuah stasiun pemancar radio Malabar yang dirintis oleh Dr. de Groot pada tahun 1923.
Didekat puing-puing tersebut masih bisa terlihat adanya kolam cinta
Pemancar radio tersebut mempunyai antena yang panjangnya 2 Km dan membentang diantara gunung Malabar dan Halimun. Menurut catatan sejarah, hanya tiga putra bangsa yang pernah tinggal di komplek Kampung Radio Gunung Puntang,. Mereka adalah Djukanda, Sudjono, danSopandi. Saat ini, lokasi tempat Radio Dorf pernah berdiri digunakan sebagai area Bumi Perkemahan Gunung Puntang.
Di Gunung Puntang juga bisa ditemui Curug.
Curug Siliwangi adalah Curug yang eksotis.
Konon, air terjun ini merupakan tempat pelarian ketika Sang Prabu dikejar oleh musuh. Untuk mencapai Curug Siliwangi, pengunjung harus menempuh medan jalan yang menanjak sejauh empat kilometer dengan berjalan kaki dari gerbang masuk wanawisata Gunung Puntang.
dari Cimaung terus naik angkot menuju Gamblok, sampai di depan pintu masuk jalan Wana Wisata Puntang.
kemacetan biasa terjadi karena lebar jalan tidak terlalu besar sementara arus lalu lintas padat dipenuhi bis kota dan angkutan umum.
di daerah Puntang ini ada area penangkaran OWA JAWA,Owa Jawa (Hylobates moloch)
merupakan spesies kera kecil tanpa ekor dengan rambut berwarna abu-abu
dan memiliki nyanyian yang indah. Bulu Owa Jawa, bodi tubuhnya yang
kecil langsing dan paling seksi dibanding jenis kera lainnya serta
gerakannya yang gesit membuat Owa Jawa terlihat genit. Sayangnya, Owa
Jawa termasuk hewan yang mulai langka dan nyaris punah sehingga oleh
IUCN Redlist dikategorikan dalam status konservasi “endangered” (Terancam Punah). Silvery Javan Gibbon, Javan Gibbon, Moloch Gibbon, dan Silvery Gibbon. Sedangkan dalam bahasa latin (ilmiah) anggota Ordo Primates (Primata) ini disebut sebagai Hylobates moloch (Audebert, 1798) yang bersinonim dengan Hylobates cinera Cuvier (1798); Hylobates javanicus (Matchie, 1893); Hylobates leucisca (Schreber, 1799); dan Hylobates pongoalsoni (Sody, 1949). Owa Jawa (Hylobates moloch)
merupakan primata yang berukuran kecil dengan panjang tubuh hanya
sekitar 80 cm. Tubuhnya lebih kecil, langsing, dan seksi dibandingkan
dengan kera lainnya yang cenderung gendut. Pada bagian tubuh Owa Jawa
ditutupi dengan bulu yang berwarna abu-abu keperakan sedangkan pada
bagian muka berkulit hitam pekat. Owa jawa tidak mempunyai ekor. (http://alamendah.org/2010/04/02/owa-jawa-kera-genit-yang-nyaris-punah/)
Owa Jawa yang merupakan satwa endemik pulau Jawa ini dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Selain wisata alam, ada wisata budaya peninggalan bangsa Belanda, tepatnya sebuah stasiun pemancar radio Malabar yang dirintis oleh Dr. de Groot pada tahun 1923.
Didekat puing-puing tersebut masih bisa terlihat adanya kolam cinta
Pemancar radio tersebut mempunyai antena yang panjangnya 2 Km dan membentang diantara gunung Malabar dan Halimun. Menurut catatan sejarah, hanya tiga putra bangsa yang pernah tinggal di komplek Kampung Radio Gunung Puntang,. Mereka adalah Djukanda, Sudjono, danSopandi. Saat ini, lokasi tempat Radio Dorf pernah berdiri digunakan sebagai area Bumi Perkemahan Gunung Puntang.
Di Gunung Puntang juga bisa ditemui Curug.
Curug Siliwangi adalah Curug yang eksotis.
Konon, air terjun ini merupakan tempat pelarian ketika Sang Prabu dikejar oleh musuh. Untuk mencapai Curug Siliwangi, pengunjung harus menempuh medan jalan yang menanjak sejauh empat kilometer dengan berjalan kaki dari gerbang masuk wanawisata Gunung Puntang.
Comments
Post a Comment