Menonton film Interstellar
Tulisam dari seorang peresensi mengingatkan saya akan film Interstellar. Film besutan tahun 2014 ini baru saya tonton ketika tahun 2016, itupun dalam situasi yang crowded. Saat itu, kami *aku dan mba Gita menuju Sri Lanka untuk mempresentasikan paper kami di seminar International Conference of Public Health di Colombo. Di pesawat, selain kami harus beradaptasi dengan makanannya yang menyengat, suasana terbang di malam hari juga membikin perasaan spooky. Seperti berada di negara antah berantah gitu. Kami terbang dari Bandara Soetta dan transit sebentar di KLIA, Kuala Lumpur International Airport. Anyway, dalam rangka mengusir kebosanan, maka saya membuka buka judul film, lalu berdiskusi sebentar dengan mba Gita. Ia merekomendasikan film Interstellar, dan bersikukuh tak mau memberikan sinopsisnya kepada saya. Alhasil, saya menonton tanpa embel embel pengetahuan sepeserpun di dalamnya. Filmnya cukup menarik dan berkesan, karena di tengah perjalanan saya di pesawat, saya merasa dipangkas jarak dan waktu melalui penjelasan di film tersebut.
Comments
Post a Comment