Kau dan Balotelli
Bayangkan
kau adalah sebuah bola, menggelinding kemanapun kaki manusia
menggelindingkanmu. Kau adalah bola bundar, dibuat dari tangan mesin, bukan
tangan manusia, tapi kau diperlakukan oleh kaki manusia. Kau ditendang, dioper
kemanapun kau ditakdirkan. Ketika kau melewati banyak gelandang, seperti apakah
rasanya? Apakah kau merasa sebagai burung yang bebas terbang? Menerabas gawang
lawan hingga kau menyentuh sisi terdalam hati manusia, sebab ada kebanggaan
yang menyertainya. Ada pula kekalahan yang mengalirkan airmata.
Dan kali ini, kau dipertemukan
dengan pemain yang diperbincangkan selama Euro 2012. Rasanya tak pernah habis
cerita tentang Mario Barwuah Balotelli. Ia seperti tak lupa untuk menggoreskan
kisah manis dan gelap tentang dirinya sendiri untuk selalu diingat oleh
fansnya. Selama 24 hari di Polandia dan Ukraina, Balotelli menjadi artis karena
tingkahnya unik, lucu, dan kadang menyebalkan. Ketika skuad Gli Azzurri pertama
datang ke Polandia, Balo menjadi salah satu pemain yang paling diburu tanda
tangannya oleh anak-anak disana.
Kau
tahu bukan, berbagai polah aneh yang selalu terdengar namanya menjadi magnet
bagi mereka untuk bisa mengetahui lebih dekat tentang sosok pemain keturunan
Ghana tersebut. Contohnya seperti di laga versus Spanyol membuang peluang emas
ketika sudah berhadapan dengan Iker Casillas. Karena kecerobohannya, Sergio
Ramos mampu memotong bola dan membuatnya gigit jari. Di pertandingan kedua
versus Kroasia, ia juga menyia-nyiakan kepercayaan dari Prandelli. Ia sama
sekali tak berkutik mendapat pengawalan bek Kroasia sehingga ia tak bermain
penuh 90 menit. Peruntungannya berubah ketika Italia berhadapan dengan
Irlandia. Ia mencetak gol spektakuler untuk membawa Italia lolos ke perempat
final. Namun, dalam selebrasinya ia kembali berbuat kontroversi. Pemain
berkulit hitam tersebut ngomel tak karuan dan harus dibungkam oleh Leonardo
Bonucci yang berada di dekatnya.
Setelah
menjadi pesakitan, ia bersinar di laga semifinal versus Jerman. Ia mencetak dua
gol brilian untuk mengantar Italia ke final. Bahkan, Balo merayakan gol
keduanya dengan penuh emosional saat itu. Kau tentu menyaksikan saat ia
merayakannya dengan bertelanjang dada. Dan yang paling menyentuh adalah sesaat
setelah pertandingan tersebut usai, Balo menghampiri tribun penonton dan
memeluk ibu angkatnya, Silvia, sembari mengatakan bahwa dua gol itu adalah
untuknya. Tak ada yang lebih mengharukan saat itu, selain melihat seorang anak
yang mempersembahkan gol untuk seorang ibu.
“Setelah
pertandingan, saya menemui ibu saya dan berkata ‘dua gol ini untukmu’. Saya
menunggu momen ini sejak lama. Malam ini adalah malam terindah karena bisa
membuat ibu bahagia,” ujar Super Mario.
Terakhir,
Balo mengirim pesan pada semua orang yang pernah mengkritiknya. “Saya adalah
warga naturalisasi di Italia, saya lahir dari keturunan Ghana. Saya diabaikan
oleh orang tua kandung saya, namun akhirnya diselamatkan oleh dua malaikat. Di
timnas, saya adalah orang kulit hitam pertama yang memakai seragam ini. Saya
menerima perlakuan rasis setiap hari. Saya tidak marah, namun pengalaman di
hidup saya membuat saya bertingkah berbeda dari kebanyakan orang. Kenali saya
dulu sebelum memberi kritik!”
Kau
adalah bola. Sekarang. Di sebuah lapangan hijau, Spanyol ternyata terlalu kuat
untuk Italia, bahkan Eropa. Tim Matador secara luar biasa dan sempurna berhasil
kembali mempertahankan Trofi Euro mereka setelah menekuk Italia di babak Final
dengan skor telak 4-0. Dominasi Spanyol ternyata gagal diimbangi Italia meski
Italia diprediksi sejak awal akan mampu mempersulit bahkan mencuri kemenangan
dari Spanyol. Begitulah nantinya, kau tetap bola. Yang menggelinding kemana
saja, seperti Balotelli yang begiu kontroversial. Kau adalah bola, yang
menyatukan kulit hitam maupun kulit putih. Tak ada rasis lagi, yang ada hanya
semangat untuk menjadi juara. Kaulah bola, saksi dari kemenangan dan kekalahan
manusia. Sekali lagi, kau adalah bola. Yang bisa membuat manusia menitikkan air
mata. Entah itu bahagia. Atau kecewa.
Comments
Post a Comment