7 Hal Yang Menarik dari Banyutowo
1. Desa Pesisir
Kalau kalian jalan-jalan ke kabupaten Pati, jangan lupa untuk menyempatkan diri mengunjungi desa Banyutowo. anyutowo merupakan desa di kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati. Banyutowo merupakan desa pesisir dan memiliki dermaga yang merupakan tempat transit bagi kapal-kapal nelayan baik dari desa Banyutowo maupun dari desa lain.
2. Dermaga untuk Rekreasi
kalau kalian berkunjung ke desa Banyutowo, maka kalian bisa menghabiskan waktu untuk rekreasi di dermaga desa ini. Dermaga Banyutowo juga merupakan tempat rekreasi yang bisa kalian nikmati ketika senja hari, Minggu pagi atau ketika hari libur. Banyak pasangan muda mudi memarkirkan motornya di dermaga ini. Sembari ngobrol, mereka menikmati udara di dermaga dan menikmati sepoi angin dari arah laut. Jadi, bukan sesuatu hal yang aneh ketika banyak penduduk dari dalam desa maupun luar desa berekreasi melihat matahari terbit di dermaga Banyutowo.
3. Mayoritas Nelayan
Di desa Banyutowo, mayoritas pekerjaannya adalah sebagai nelayan. Desa banyutowo memiliki pasar ikan yang biasa disebut TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang digunakan untuk jual beli hasil tangkapan ikan penduduk setempat. Kalau kalian penyuka kuliner, kalian bisa datang ke TPI dan membeli ikan di TPI. Selain harga yang murah, ikan yang kalian dapatkan juga fresh from the sea. Hasil tangkapan ikan di desa Banyutowo ini juga diekspor sampai ke Jakarta, Semarang, Surabaya, Solo, Jogja, bahkan ekspor ke luar negeri.
4. Toleransi yang Tinggi
Mayoritas penduduk desa Banyutowo menganut agama Kristen dan Islam. di desa Banyutowo terdapat dua gereja yaitu gereja Bethany Indonesia dan GITJ. Untuk masjidnya, ada masjid Muhajirin. Toleransi antar umat beragama di desa Banyutowo sangat tinggi dan dijaga dengan baik. Tetaplah seperti ini ya desa Banyutowo, karena Bhinneka Tunggal Ika. Bereda-beda namun Satu jua.
5. Hasil Laut Melimpah
Kalau kalian ke desa Banyutowo, maka kalian akan mendapati beberapa hasil tangkapan nelayan desa Banyutowo yaitu: tengiri, kerapu, kuro, kakap merah, kakap putih, kakap batu, layur, bawal putih, dorang, lowang, tuna hitam kecil, tuna gigi anjing, tuna ekor kucing, tuna kecil, baracuda, cumi, remang, hiu, pari, kepiting, rajungan, blanak, munir, matagoyang, tric, kuniran, coklatan, kacangan, gulama, ekor kuning, giant treveli, kerang laut, ikan selar, pihi, manyung, cobia, talang ratu. Jadi, kalau kalian ingin mendapatkan sepeda dari presiden Jokowi untuk menyebutkan lima nama ikan, maka sudah ada bocoran diatas banyak yang bisa kalian sebutkan selain nama ikan tongkol.
6. Artis Soimah Pancawati asli desa Banyutowo
Kalau kalian pecinta lagu dangdut, pasti kenal artis satu ini. Wajahnya sering wira-wiri di pertelevisian Indonesia. artis ini tulen berasal dari Pati loh, tepatnya di desa Banyutowo. Siapa yang akan menyangka dari semilir angin di desa Banyutowo akan terlahir sinden yang jago menyanyikan lagu berbagai macam jenis. Bisa melawak, menyanyi, bisa presenter dan sinden juga. Multitalenta banget yah. Lagunya yang terkenal Pelet Cinta. Awas, jangan nyanyi-nyanyi sendiri pelet cinta, nanti kepelet sendiri.
7. Sejarahnya Unik
Sejarah asal mula desa Banyutowo cukup unik karena diambil dari dua kata yaitu anyu dan towo. Towo merupakan bahasa jawa yang berarti tawar. Artinya adalah air tawar. Mengapa dinamakan Banyutowo? karena meskipun dekat dengan pantai, konon katanya sumber mata airnya tidak asin. Menarik bukan? Jangan lupa berkunjung ke desa Banyutowo jika kalian ke Pati yah.
salam pelancong cantik! :-)
Kalau kalian jalan-jalan ke kabupaten Pati, jangan lupa untuk menyempatkan diri mengunjungi desa Banyutowo. anyutowo merupakan desa di kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati. Banyutowo merupakan desa pesisir dan memiliki dermaga yang merupakan tempat transit bagi kapal-kapal nelayan baik dari desa Banyutowo maupun dari desa lain.
![]() |
| Senyum Nelayan Banyutowo Ketika Bergotong royong. Copyright : Niken Kinanti |
2. Dermaga untuk Rekreasi
kalau kalian berkunjung ke desa Banyutowo, maka kalian bisa menghabiskan waktu untuk rekreasi di dermaga desa ini. Dermaga Banyutowo juga merupakan tempat rekreasi yang bisa kalian nikmati ketika senja hari, Minggu pagi atau ketika hari libur. Banyak pasangan muda mudi memarkirkan motornya di dermaga ini. Sembari ngobrol, mereka menikmati udara di dermaga dan menikmati sepoi angin dari arah laut. Jadi, bukan sesuatu hal yang aneh ketika banyak penduduk dari dalam desa maupun luar desa berekreasi melihat matahari terbit di dermaga Banyutowo.
![]() |
| Bekerja Keras Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik. Copyright by: Niken Kinanti |
Di desa Banyutowo, mayoritas pekerjaannya adalah sebagai nelayan. Desa banyutowo memiliki pasar ikan yang biasa disebut TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang digunakan untuk jual beli hasil tangkapan ikan penduduk setempat. Kalau kalian penyuka kuliner, kalian bisa datang ke TPI dan membeli ikan di TPI. Selain harga yang murah, ikan yang kalian dapatkan juga fresh from the sea. Hasil tangkapan ikan di desa Banyutowo ini juga diekspor sampai ke Jakarta, Semarang, Surabaya, Solo, Jogja, bahkan ekspor ke luar negeri.
![]() |
| Suasana Tempat Pelelangan Ikan di desa Banyutowo. Copyright by: Niken Kinanti |
Mayoritas penduduk desa Banyutowo menganut agama Kristen dan Islam. di desa Banyutowo terdapat dua gereja yaitu gereja Bethany Indonesia dan GITJ. Untuk masjidnya, ada masjid Muhajirin. Toleransi antar umat beragama di desa Banyutowo sangat tinggi dan dijaga dengan baik. Tetaplah seperti ini ya desa Banyutowo, karena Bhinneka Tunggal Ika. Bereda-beda namun Satu jua.
5. Hasil Laut Melimpah
Kalau kalian ke desa Banyutowo, maka kalian akan mendapati beberapa hasil tangkapan nelayan desa Banyutowo yaitu: tengiri, kerapu, kuro, kakap merah, kakap putih, kakap batu, layur, bawal putih, dorang, lowang, tuna hitam kecil, tuna gigi anjing, tuna ekor kucing, tuna kecil, baracuda, cumi, remang, hiu, pari, kepiting, rajungan, blanak, munir, matagoyang, tric, kuniran, coklatan, kacangan, gulama, ekor kuning, giant treveli, kerang laut, ikan selar, pihi, manyung, cobia, talang ratu. Jadi, kalau kalian ingin mendapatkan sepeda dari presiden Jokowi untuk menyebutkan lima nama ikan, maka sudah ada bocoran diatas banyak yang bisa kalian sebutkan selain nama ikan tongkol.
6. Artis Soimah Pancawati asli desa Banyutowo
Kalau kalian pecinta lagu dangdut, pasti kenal artis satu ini. Wajahnya sering wira-wiri di pertelevisian Indonesia. artis ini tulen berasal dari Pati loh, tepatnya di desa Banyutowo. Siapa yang akan menyangka dari semilir angin di desa Banyutowo akan terlahir sinden yang jago menyanyikan lagu berbagai macam jenis. Bisa melawak, menyanyi, bisa presenter dan sinden juga. Multitalenta banget yah. Lagunya yang terkenal Pelet Cinta. Awas, jangan nyanyi-nyanyi sendiri pelet cinta, nanti kepelet sendiri.
7. Sejarahnya Unik
Sejarah asal mula desa Banyutowo cukup unik karena diambil dari dua kata yaitu anyu dan towo. Towo merupakan bahasa jawa yang berarti tawar. Artinya adalah air tawar. Mengapa dinamakan Banyutowo? karena meskipun dekat dengan pantai, konon katanya sumber mata airnya tidak asin. Menarik bukan? Jangan lupa berkunjung ke desa Banyutowo jika kalian ke Pati yah.
salam pelancong cantik! :-)



Comments
Post a Comment