Tentang makam Sunan Gunung Jati Cirebon


Sunan Gunung Jati memiliki nama asli Syekh Syarif Hidayatullah. Beliau adalah putra dari Nyai Rara Santang, dan ayah bernama Syekh Maulana Akbar dari negara Gujarat. Lahir pada tahun 1448 dan wafat pada tahun 1568. Makamnya selalu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai penjuru Indonesia. Apalagi di hari Jumat Kliwon, maulid Nabi, Grebeg Syawal, dan Grebeg Rayagung.
Suasana Pintu Masuk makam Sunan Gunung Jati Cirebon Copyright by: Niken Bayu Argaheni

suasana di waktu malam di makam Sunan Gunung Jati Cirebon Copyright by: Niken Bayu Argaheni

Piring cantik di tembok makam Sunan Gunung Jati Cirebon Copyright by: Niken Bayu Argaheni

pendopo di makam Sunan Gunung Jati Cirebon Copyright by: Niken Bayu Argaheni

beberapa makam di sekitar kompleks makam  Sunan Gunung Jati Cirebon Copyright by: Niken Bayu Argaheni

Tempat wudhu di makam Sunan Gunung Jati Cirebon Copyright by: Niken Bayu Argaheni


Ketika memasuki kompleks makam Sunan Gunung Jati, jangan lupa melepas sepatu yah. Siapkan tas plastik sebelumnya agar sepatu bisa dibawa ke dalam. Tembok makam didominasi oleh warna putih, dan ditempeli piring cantik. Ornamen tersebut hasil campuran dari tiga budaya, yaitu Jawa, Tiongkok, dan Arab. Sunan GUnung Jati memiliki istri berdarah Tionghoa yaitu Putri Ong Tien. makam SUnan GUnung Jati berada di tangga teratas, dan tidak dibuka untuk umum.

Bagi kalian yang ingin membeli oleh-oleh, tersedia banyak pilihan . Ada banyak toko yang menjual barang khas Cirebon seperti kujang, aneka kaos, kain, dan keris. Tapi ada beberapa barang yang memiliki nilai tersendiri. Yang pertama adalah bungkusan padi, kedua adalah minyak wangi dan ketiga adalah gumpalan tanah keramat sebesar biji salak. mengapa? Masyarakat disini percaya kalau biji padi tersebut mengandung barokah, jika ditanam hasilnya akan berlimpah, sedangkan untuk minyak wangi bisa menjadi daya pikat. Sedangkan tanahnya, dipercaya bisa menyembuhkan penykit bahkan menangkal serangan makhluk halus seperti jin jahat.

Comments

Popular posts from this blog

Dikacangin Sama Penerbit Indie

Indonesia Darurat Kekerasan Anak

Mruput Jakarta 712