Menjadi CPNS

Hai gaes. Aku mau cerita pengalamanku ikutan tes CPNS tahun 2018. Tes CPNS ini biasanya berlangsung berbulan bulan. Bahkan serah terima SK nya bisa sampai tahun depan kayak aku ini yang baru terima SK bulan Juni 2019. Dari proses pendaftaran dan sebagainya menghabiskan banyak waktu tenaga dan pikiran. Tangis air mata dan tangis darah. Hahaha apaaan sih lebay banget. Intinya kalau mau mengabdi sebagai aparatursipil negara memang seleksinya ketat banget. Kayak legging yang ngepas di badan. Ketaaat gilak. 

Persiapan buat daftar sebagai CPNS yang utama adalah persiapannya. Kenapa kalimat ini ambigu? Karena persiapan adalah hal yang utama. Misalkan saja kita mau menebang pohon dan dikasih waktu delapan jam, maka seharusnya persiapan itu dilakukan tujuh jam dan sejamnya eksekusis menebang pohon. Ya intinya persiapan senjata dan performa harus top dan no menye menye club. 

Strategi pertama adalah tentukan formasi. Ini yang selalu bikin dilema. Dari berbagai macam infokota harus bisa ngelist man aja instansi yang bisa kita daftarin. Kebetulan karena saya s2 jadinyaformasi mana mana aja yang s1 atau SMA udah gak masuk list. Jadinya yang ada di saku kita paling hanya hitungan jari. Dari berbagai tempat itudilema juga. Ngotot ngototan sama keluarga mana yang akan kite pilih. Ya iyalah secara itu akan menentukan naseb kita ke depannya. Formasi banyak. Tapi kan kita harus milih satu yang terdepan. Aliasnya satu yang paling top. Ada beberapapilihan yang bikin galau. Ke sumatera, bali atau ke sulawesi yang formasinya banyak atau ke jawa yang jumlah formasinya dikit. Menentukan formasi ini juga gak cuman sehari dua hari. Tapi hampir mepet sama waktu pendaftaran berakhir saking galaunya. Tapi akhirnya diputuskan i am going Solo lo lolo lolo lolo w. Formasi satu tapi ternyata satu satunya untukku. Lebay mode on

Kalau sudah nemu formasi, siap siap berkasnya.Yang paling mencolok kemaren adalah berkas legalisir. Pastikan kalian legalisir ijazah maupun transkrip dan akreditasi prodi jauh jauh hari sebelum waktu pendaftaran. Jadi kita punya tabungan buat jaga jaga kalau pendaftaran di depan mata.Apalagi kalau cekulahnya jauh kaya saya yang musti legalisir ke bandung. Dan kemaren cerita cerita juga yang lulusan luar negeri harus riwa riwi ke jekardah buat legalisir ijazahnya. Iya dunk sistem ijazah luar negeri mah gak kaya kita yang apa papa kudu cap basaaah. Kalau gak basah gak payu. Sistem di luar negeri udah pake barcode. Itupun jadi dilema tersendiri bagi yang lulusan luar endonesah. 

Berkas sudah siap lalu timbul masa penguploadan dan ngisi online. Itu juga jadi perjuangan tersendiri. Banyak yang musti online lewat warnet, ada yang musti ke pusat wifi umum. Kalau saya mah kemaren pyur atau pure atau murni dari sumber hotspotan hape nya mamak. Entah ya kenapa eh kenapa gak kepikiran buat ngisi di luar. Itu karena lebih tenang daftar dari rumah, lebih banyak berdoa dan terasa banget dag dig dug nya. Terasa banget ngisi nama ngisi tanggal lahir ngisi apapun jangan lupa save save dan save. Dan satu lagi jangan lebay tiap habis daftar diupload. Tiap habis apa diupload.  Tetap calm dan simpan baik baik keberhasilanmu untuk keberhasilan besar yang diumumkan oleh negara. Hingga seantero nusantara tahu siapa yang jadi juaranya. 
https://drive.google.com/uc?export=view&id=12sgUHgjM8sVqzq7quLw3aYbegm5IyFs3

Kalau sudah selesai sama itu semua lalu tata berkas dengan baik sampai sesuai petunjuk. Misal mapny pakai warna apa ya sesuaikan. Mintanya biru ya jangan kalian pakai map warna pelangi. Idak boleh seperti itu, ferguso. Berkas diurutkan sampai sesuai dengan permintaan. Biar mereka yang mensortir juga enak.  Toh meringankan beban pensortir juga merupakan amal jariyah. Mereka mensortir lebih dari seribu berkas loh. Jadi kalian para pejuang NIP juga harus lebih legowo dengan peraturan tata berkas yang rapi banget. Dan kemaren kertas alamat yang ditempel di amplop itu dipesenin mamak buat diplesterin bening. Ya manut karena buat keamanan juga takutnya lem di amplopnya bisa lepas dan bikin berkas kita tercecer di tempat antah berantah. Sudah selesai lalu masukin amplop lalu berangkat ke kantor pos. Minta yang ekspress one day biar cepet sampai. Masak lamaran minta cepet tapi kirim berkas minta lambat. Sungguh terlalu antonio. 

Sudah selesai kirim berkas waktunya belajar SKD. Penting banget belajar sepanjang hayat. Eh maksudnya penting banget belajar sepanjang waktu tunggu pengumuman administrasi. Jangan tunda tunda waktu belajarmu. Timing setelah kirim berkas ini waktu yang tepat buat belajar disela sela menunggu pengumuman administrasi. Manfaatkan yucub, soal online, soal aplikasi gratis, buku buku. Pokoknya semua soal yang ada dipelajari. Kalau kemaren saya belajarnya latihan soal dari kiriman teman trus diprint di kertas bekas. Tumpukannya bisa sampai brlembar lembar mungkin sampai dua rim. Jadi sekitar seribu lembar latihan soal. Trus kalau sudah mahir dan lumayanbisa menjawab kisi kisi dan soalnya lanjut latihan soal di kertas trus dikasih timer. Kalau di timer sudah masook lanjut soal aplikasi online. Kalau itu semua sudah bisa dan yang benar lumayan banyak lanjut berdoa. Doa adalah koentji. 


Comments

Popular posts from this blog

Dikacangin Sama Penerbit Indie

Indonesia Darurat Kekerasan Anak

Mruput Jakarta 712