Membaca Puisi Yulizar Fadli

Puisi mengisahkan manusia. Begitulah petikan kecil dari puisi seorang Yulizar Fadli yang mampir dalam inbox saya. Waluyo (1987:25) mengemukakan, puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan struktur fisik dan struktur batinnya. Dalam puisinya yang berjudul Suami Khadijah, rima yang ia bentuk menyelaraskan indra peraba, dan penciuman. Melalui puisi, Yulizar Fadli melukiskan apa yang pertama-tama ia rasakan pada indra penciumannya.
seperti misik
yang sedetik
menusuk hidungku
            Puisi merupakan bentuk komunikasi. Menurut Luxemburg (1984:175), puisi adalah teks-teks monolog yang isinya oertama-tama bukan merupakan sebuah alur. Atau dengan kata lain, isinya bukan semata-mata sebuah cerita, tetapi lebih merupakan ungkapan perasaan. Penyair, bertanggung jawab atas karya sastra yang ia ciptakan. Terlepas dari konteks karya sastra tersebut dapat diterima atau tidak oleh pembaca.
              Dalam puisi, ada sesuatu atau seseorang yang ingin disapa oleh sang penyair. Sapaan itu dapat ditemukan dalam puisi selanjutnya yang berjudul kita
kita I
umpama minyak wangi beraroma tahi babi
            Aku lirik mengajak kepada pembaca untuk meresapi arti dari kata kita  menurut Yulizar Fadli. Aku lirik mengajak kepada pembaca untuk berbicara melalui puisi. Puisi yang ditulis oleh Yulizar Fadli menggambarkan sebuah teori yang ia dengar dan ia baca, ke dalam sosok aku lirik.
AQAL bagi Ken Wilber
dalam botak kepalamu miliaran sel berteriak-teriak
kau sibuk mencari nama yang sesungguhnya sudah ada
            Selalu ada yang eksplisit dari sebuah puisi. Dan Yulizar Fadli, telah membawa indera nya ke dalam puisi, ke hadapan pembaca yang budiman dengan cara yang santun. Selamat!


Niken Kinanti, perempuan kelahiran tahun 1990 di Kinanti Dukuhseti Pati Pesisir Pantai Utara Jawa, Indonesia. Kegiatan sekarang adalah bergiat di Liga Kaum Budiman dan Gandrung Sastra Margoyoso. Tulisannya dimuat di Buletin Sastra Pawon Solo, Buletin Keris Semarang, Gandrung Sastra Pati, Majalah Bong-Ang Tuban, Koran INDOPOS Jakarta, koran Media Indonesia Jakarta, Tabloid Duta Selaparang Lombok, Koran Solopos Surakarta, Jurnal Khittah, Suara Merdeka, Jogjareview.net, Radar Surabaya, Sayap Kata, Koran Harian Mata Banua Banjarmasin. Buku antologi puisinya: “Poetry poetry from 226 Indonesian poets: Flows Into The Sink Into The Gutter”, “Dialog Taneyan Lanjang” (Majlis Sastra Madura), “Merawat Ingatan Rahim” (Jejer Wadon & Komnas Perempuan), “Puisi buat Gus Dur: Dari Dam Sengon ke Jembatan Panengel” (Dewan kesenian Kudus), “Negeri Sembilan Matahari” (Sastra Welang Pustaka), “Darah di Bumi Syuhada”, “Sweet Pain of Love”, “Semesta Cinta Untuk Gaza”, “Solo dalam Puisi”, “Karet Gelang”, “Surat Kepada Bumi” (Pementasan Festival Goa dan Air di Kayen, Pati). “Bunga Rampai Puisi Nusantara dan Kreasi Cerita Rakyat Nusantara” (DKKT Tangerang)
Dapat dihubungi di, email: kinantiniken@gmail.com.

Comments

Popular posts from this blog

Dikacangin Sama Penerbit Indie

Indonesia Darurat Kekerasan Anak

Mruput Jakarta 712