Memperhitungkan Mata Rantai Perempuan Dalam Skema Besar Terorisme Di Indonesia
Teror, sebagaimana menurut Baudrillard (1993) terbuka bagi penafsiran konspiratif, yang artinya tindakan yang dinilai sebagai terorisme, di lain pihak akan dianggap sebagai aktivitas mempertahankan diri, memperjuangkan hak, melawan ketidakadilan global yang disamakan sebagai misi suci . Hasil riset mengungkapkan berbagai tujuan dan motivasi pelaku teroris, salah satunya demi keuntungan ekonomi, demi memperoleh gengsi sosial, memaksakan ideologi, penafsiran keyakinan atau eksploitasi agama dan kebudayaan, hegemoni, kekuasaan, dominasi kultural, hingga pemaksaan konsep filsafati. Dalam mencapai tujuannya, para teroris tidak segan-segan menggunakan metode atau cara yang rela mengorbankan jiwa dengan melakukan bom bunuh diri. Terorisme lahir bersamaan dengan munculnya peradaban umat. Xenophon (430-349SM), ahli sejarah Yunani kuno mengatakan bahwa penggunaan ...