Tips Agar Paper Kita Lolos Konferensi Internasional
Bagaimana caranya agar lolos paper konferensi Internasional? Berikut pengalaman saya ketika mengikuti 2nd International Conference on Public Health pada 28-29 Juli 2016 di Colombo, Sri Lanka. Konferensi Internasional adalah merupakan peluang bagi siapa saja yang ingin berkungjung ke luar negeri, dan yang terpenting adalah, dengan mengikuti konferensi Internasional maka kita juga akan menambah wawasan dan networking. Tantangan mengikuti konferensi internasional adalah kita harus menyusun paper sesuai dengan tema konferensi. Jika paper kita memenuhi persyaratan, maka kita akan diundang untuk menjadi peserta bahkan pembicara dalam konferensi tersebut.
Agar paper lolos untuk diikutkan dalam conerence, berikut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: yang pertama, reviewer akan melihat masalah apa yang ingin kita selesaikan, lalu apakah disampaikan dengan jelas apakah masalah itu penting atau tidak. Apakah paper tersebut sesuai untuk konferensi tersebut atau tidak. Pertimbangan berikutnya adalah kecocokan isi paper dengan tema konferensi, jadi sangat penting untuk mengecek apakah isi paper kita sesuai dengan tema konferensi yang kita inginkan atau tidak. Yang kedua, apakah tujuan paper yang kita miliki tersebut signifikan atau tidak, artinya masalah yang diangkat haruslah nyata, penting dan baru. Yang ketiga, apkah metodologi yang digunakan valid atau tidak. Metode yang digunakan untuk melakukan penelitian ini harus jelas dan juga valid. Jika menggunakan metode baru, harus ada analisis terhadap metode baru tersebut.
Hal penting lainnya adalah, dalam pelaksanaan penelititan tersebut apakah penggunaan formulasiny atepat, lalu apakah data yang digunakan konsisten, dan apakah data yang dihasilkan itu menghasilkan kesimpulan yang tepat. Kesimpulan yang diambil harus sesuai dengan data yang kita analisis, juga perlu menyampaikan apa implikasinya/dampak dari penelitian/ kesimpulan yang diambil. Apakah materi di dalam paper tersebut disampaikan dengan jelas, dan jangan lupa bahwa struktur penulisan juga amatlah penting. Jika struktur penulisan kita tidak sesuai kaidah, maka paper kita akan ditolak.
Untuk mendaftarkan paper kita pada konferensi internasional, pertama-tama kita harus mencari dan menemukan informasi sebanyak-banyaknya terlebih dahulu. Kemudian kita pilih aman konferensi yang sekiranya sesuai dengan topik penelitian kita. Untuk memilih konferensi yang tepat, maka perlu dilakukan dengan mempertimbangkan: pertama, lembaga penyelenggara. Biasanya konferensi yang diselenggarakan oleh komunitas ilmiah yang jelas akan memiliki reputasi internasional, memiliki kualitas yang baik. Yang kedua, apakah proceeding tersebut terindeks atau tidak. Prosiding merupakan tempat dipublikasikannya paper-paper. Perbedaan pada proseeding dan jurnal adalah, prosiding hanya menerbitkan paper yang dipublikasikan di konferensi tersebut.
Yang paling penting adalah, jangan lupakan deadline untuk pengumpulan abstrak. Sesuaikan dengan kondisi pengerjaan penelitian. Jika penelitian masih membutuhkan banyak waktu untuk penyelesaian, maka pilih konferensi dengan waktu deadline yang tidak mepet. Dan jangan lupa untuk memilih lokasi penelitian yang terjangkau dengan budget dan sesuai dengan impian kita untuk mengunjunginya, jadi tetap harus realistis dari segi dana. Apakah presentasi kita akan didanai dari kampus ataukah kita menggunakan dana mandiri, perlu dipikirkan lagi dari segi pendanaan. Misalnya saja, kalau kita disponsori dari kampus apakah dapat terealisasi, atau semisal kita mendapat sponsor dari DIKTI, apakah visible untuk diterima proposal pendanaan kita.
Paper yang sudah terpilih nanti akan ditetapkan apakah dipresentasikan secara oral maupun poster yang ada di luar ruangan. Kebetulan paper saya dipresentasikan dengan cara oral presentation, itu artinya saya harus berbicara di hadapan audience dengan menggunakan bahasa inggris. Saya mempresentasikan paper saya di tanggal 29 Juli 2016 di Grand Crystal Ballroom Taj Samudra Hotel Colombo, dimana merupakan rumpun dari curative care dan chairmannya adalah Prof Raj Bhopal CBE, DSc (hon) (Bruce and John Usher Proessor of Public Health and Honorary Consultant in Public Health Medicine, The University of Edinburgh, Center for Population Health Sciences, United Kingdom. Suasana akademik benar-benar terasa karena dari segi audience merupakan teman sejawat dan kolega dari segi kesehatan. Penelitian saya mendapat masukan dan saran dari chairman maupun dari audience setelah diskusi yang panjang. Waktu untuk presentasi adalah 15 menit dan sesi diskusi ada sekitar 5 menit. Tipsnya, jangan menghabiskan waktu kit auntuk presentasi, usahakan kita menyisakan waktu untuk diskusi karena disana akan terjadi perdebatan yang menarik.
Beberapa tips diatas tentunya harus diimbangi dengan kemampuan bahasa inggris yang baik. Kemampuan bahasa inggris akan menunjang kita untuk melakukan komunikasi kepada audience saat kita melakukan ora presentasi di hadapan audience. Ada tantangan tersendiri saat kita mempresentasikan penelitian kita dengan bahasa inggris. Kita akan lebih giat untuk mempelajari bahasa inggris, terutama pada topik yang akan kita presentasikan. Semakin banyak kita mempelajari dan mempraktekkannya, maka kita akan terbiasa untuk berbahsa inggris.
Banyak sekali manfaat yang kita dapatkan, yang pertama adalah kita bisa mempublikasikan penelitian dan ilmu baru kita bahkan ke tingkat internasional, bisa bertukar pikiran dan sharing ilmu pengetahuan yang berbeda-beda, sehingga kita mendapatkan ilmu baru dan masukan yang dapat diaplikasikan sebagai solusi ke depannya. Kita akan mendapatkan teman-teman baru, baik dari luar negeri maupun dari sesama pelajar Indonesia. Misalnya saja, dalam sesi coffe break, sempatkan untuk berkenalan dengan orang-orang baru. Saya sempat berbincang bincang dengan bidan dari Hungaria mengenai sistem kesehatan terutama kebidanan disana, juga mendengarkan paparan mengenai kondisi sekolah kebidanan di Bangladesh yang kekurangan tenaga pengajar, juga sempat mengobrol dengan dokter dari Sudan yang membahas secara mendalam mengenai sunat pada perempuan yang masih marak terjadi. Semua pengalaman itu akan semakin membuka wawasan kita terhadap praktik dunia kesehatan di beberapa negara. Jangan lupa tetap bersemangat bidan Indonesia untuk menggapai tujuan dan cita-cita. Salam,
Comments
Post a Comment