Negeri Penitip Doa-Doa
Saya masih ingat bagaimana saya melakukan do’a yang sangat penting dalam hidup saya. Saya masih ingat peristiwa itu terjadi ketika saya kelas lima Sekolah Dasar, dimana kami satu kelas mengadakan wisata ke Candi Borubudur di Magelang. Bagi saya, momentum kepergian saya ke tempat wisata adalah hal yang sakral, mengingat itu adalah pertama kalinya saya harus pergi keluar kota, jauh pula. Bisa dibayangkan, saya yang kecil, yang menempati bus sangat besar serta duduk di sebelah jendela, dimana saya bisa melihat bus besar lainnya lewat di dekat saya. Sungguh suatu pengalaman yang sangat ngeri bagi saya yang merupakan anak kecil pada waktu itu. Saat itulah saya mengucapkan do’a yang sederhana, agar saya selamat sampai ke obyek wisata hingga saya kembali ke rumah. Saya selalu ingat wejangan Ibu saya, agar berdoa sendiri, tidak perlu dititipkan, katanya, “Berdoa sendiri lebih mudah, dan langsung mengena, tidak usah dititip...