Cita-cita


Namaku Nian. Ketika orang-orang sibuk menerangkan pelajaran dan membagikan buku sore itu, aku memilih untuk mengambil sebuah buku tulis yang masih kosong, dan aku meminta pensil kepada orang-orang yang membagikan bukunya. Hari ini adalah hari yang cerah, pikirku. Sebab kehadiran mereka membuatku merasa senang. Aku bisa mempunyai banyak buku bacaan yang mesti kubagi dengan teman-teman lain yang tinggal di tempat ini.

Ah, meskipun tempat ini belum sepenuhnya layak –itu kata orang-orang- akan tetapi bagiku, tak ada yang salah dengan keinginanku dan cita-citaku ke depan. Setiap orang mempunyai cita-cita, bukan? Aku juga sama. Aku bercita-cita setinggi mungkin. Aku selalu ingat kata-kata dari seorang Soekarno, :”gantungkanlah cita-citamu setinggi mungkin. Jika jatuh maka masih tersangkut di bintang..” ah, sepenggal kalimat itulah yang membuatku yakin pada cita-citaku.

Jadi, meskipun aku hidup dalam kekurangan. Aku tidak patah arang untuk menggapai cita-citaku. Sebuah cita-cita yang aku ucapkan dengan bangga di hadapan banyak orang. dan aku akan berkata dengan lantang kepada orang-orang, bahwa cita-citaku adalah: seorang Presiden Republik Indonesia. Semoga. Amin.

Ilustrasi gambar oleh : Niken Bayu Argaheni

Comments

Popular posts from this blog

Dikacangin Sama Penerbit Indie

Indonesia Darurat Kekerasan Anak

Mruput Jakarta 712