Kepada Lelaki Bernama A: Kembalilah!
Kau tidak setenar penyair Widji Thukul atau aktivis hak asasi manusia Munir. Namun ada kesamaan di antara kau dan mereka: mereka sama-sama mencoba melawan rezim yang sewenang-wenang. Dan sampai hari ini, kau hilang tak ada kabar. Memang hidupmu sudah mapan dengan segala fasilitas yang kau punya sebagai pengusaha, akan tetapi hatimu tergugah oleh sesuatu yang ingin kau selamatkan di bidang lingkungan hidup. Kau urusi perminyakan, dan tambang-tambangnya. Kau suarakan agar para produsen menjadi orang yang pertama kali mencintai lingkungan. Tapi sekarang, kau dinyatakan hilang beberapa bulan yang lalu, dan beberapa orang yang mengenalmu, hanya sedikit yang turut berduka untuk kepergianmu. Ilustrasi Kepada Lelaki Bernama A: Kembalilah! oleh Niken Bayu Argaheni Begitu sempurnakah kau menulis buku? Atau mungkinkah buku yang kau tulis itu begitu berbahaya bagi banyak orang? Hingga dua buah bukumu yang lampau di sembunyikan karena memaparkan mengenai konspirasi yang ...