Posts

Showing posts with the label short story

Kepada Lelaki Bernama A: Kembalilah!

Image
Kau tidak setenar penyair Widji Thukul atau aktivis hak asasi manusia Munir. Namun ada kesamaan di antara kau dan mereka: mereka sama-sama mencoba melawan rezim yang sewenang-wenang. Dan sampai hari ini, kau hilang tak ada kabar.   Memang hidupmu sudah mapan dengan segala fasilitas yang kau punya sebagai pengusaha, akan tetapi hatimu tergugah oleh sesuatu yang ingin kau selamatkan di bidang lingkungan hidup. Kau urusi perminyakan, dan tambang-tambangnya. Kau suarakan agar para produsen menjadi orang yang pertama kali mencintai lingkungan. Tapi sekarang, kau dinyatakan hilang beberapa bulan yang lalu, dan beberapa orang yang mengenalmu, hanya sedikit yang turut berduka untuk kepergianmu. Ilustrasi Kepada Lelaki Bernama A: Kembalilah! oleh Niken Bayu Argaheni Begitu sempurnakah kau menulis buku? Atau mungkinkah buku yang kau tulis itu begitu berbahaya bagi banyak orang? Hingga dua buah bukumu yang lampau di sembunyikan karena memaparkan mengenai konspirasi yang ...

Tentang Sepotong Cokelat di Senja Kemarin

Image
Kuserahkan sebuah cokelat pada perempuan cantik itu. Perempuan yang selalu tersenyum seperti bulan. Dan ia akhir-akhir ini membuatku berdegup kencang ketika aku memandangnya. Ia mengucapkan terimakasih padaku ketika aku memberikannya sepotong cokelat, sambil berujar pelan, “Kau mungkin tak pernah tahu darimana sebuah makanan semacam cokelat itu berasal. Seperti sebuah cokelat yang sedang kau bawa sekarang. Akan kukisahkan padamu mengenai perjalanan sepotong cokelat sampai di tanganmu, dimulai dari seorang anak yang dibayar cuma-cuma. Di zaman yang serba maju ini mungkin kau mengira perbudakan hanyalah cerita lama yang tidak akan pernah kau temukan lagi. Itu salah besar. Perbudakan memang pernah ada, tapi sampai sekarang masih tetap ada. Budak-budak anak bekerja untuk menghasilkan cokelat-cokelat lezat, mewah, dan mahal, tapi mereka sendiri bahkan belum pernah mencicipi hasil keringat mereka itu. Ilustrasi Tentang Sepotong Cokelat di Senja Kemarin oleh : Niken Bayu Argaheni ...

Sebuah Surat

Image
Aku adalah sungai, mengalir pelan dari mata air, jauh dari pucuk gunung sana. Perkenalkan, namaku Irrawaddy. Aku membelah daerah sebuah negara. Ya, kalian pasti tahu darimana aku berasal. Tiap hari, seperti inilah kegiatanku, muncul dari sebuah bukit, lalu mengalir pelan dengan gemericik, sesekali melirik sebuah pemukiman di utara Rakhine, yang sampai saat ini banyak orang yang telah mengungsi ke Bangladesh atau Thailand. Aku tak pernah berhenti mengalir dari atas ke pemukiman bawah. Dan kali ini, a ku ingin menyampaikan padamu tentang sebuah kertas yang kutemukan pada saat aku melewati pemukiman. Kalian tahu sendiri, orang-orang menyebut negara ini sebagai negara “seribu pagoda”. Ah, itu hanyalah symbol keagungan bangunan. Entah hati mereka, aku tak bisa menebaknya. Aku tak tahu lagi bagaimana cara untuk menyatukan orang-orang disini. Aku selalu melanglang buana ke segala penjuru negara ini tiap kali mata air mengucurkan airnya, memenuhi kebutuhan banyak orang disini. Namun, mer...

Malam Sadis Bersama Cerita Mistis

Image
Malam itu tak seperti malam sebelumnya karena ada pekerjaan rumah yang harus kuselesaikan di rumah Riyan. Terpaksa aku mengerjakannya sampai larut malam. Setelah selesai, segera aku pamitan pada keluarga Riyan. Padahal waktu sudah menunjukkan larut malam. Dengan menaiki sepeda, kukayuh pelan menelusuri jalan setapak yang rusak ini. Ban sepedaku menghantam bebatuan jalanan, karena jalan kecil inilah jalan satu-satunya agar aku sampai rumah. Jarak yang kutempuh cukup jauh, sekitar sepuluh menit. Saat itu kebetulan hari bulan mati, jadi suasana gelap gulita.Karena jalan ini memang gelap karena tak ada lampu yang menyinari sekitarnya, terpaksa kukayuh sepedaku pelan karena takut menabrak orang.  ilustrasi cerita gambar oleh: Niken Bayu Argaheni Kuingat lagi bahwa ini adalah malam Jum’at kliwon, tak ada teman ngobrol sepanjang perjalananku. Kuingat-ingat lagi hal-hal lain yang menyenangkan dan yang mengasyikkan, akan tetapi pikiranku selalu saja mengarah pada misteri atau...